Semua akan baik-baik saja. Tidak ada yang kebetulan, tidak ada yang percuma, selama semua dilakukan dengan tulus bersama Kristus. Semangat ya, nona kribo, semua pasti akan baik-baik saja. Surga yang menjamin semuanya akan baik-baik saja. Jangan menyerah sekarang, you're almost there...
Monday, June 27, 2011
Super Antiklimaks
Bahkan tak ingin melawan. Bahkan tak ingin berjuang. Bahkan tak peduli bila harus menanggung malu karena menolak maju. Bahkan tak lagi merasa kecewa, tak lagi merasakan apapun dengan penolakan bertubi-tubi ini.
Posted by
Ndangse
at
Monday, June 27, 2011
0
comments
Antiklimaks
Yoeh. Udah antiklimaks dah ini peperangan gue. Kalah perang gitu.. bukannya menang. Gue udah cape jejeritan, udah bosen meradang menerjang. Cuma yah, ini perang musti dikelarin. Biarpun gue udah kalah telak, gue tetep, musti, kudu, kelarin ampe garis finish. Males banget sebenernya mah ah. Tapi berhubung ya, berhubung gue itu katanya mah udah dewasa, jadi kudu bersikap kaya orang dewasa: pura-pura bertanggung jawab, kelarin apa yang udah gue mulai. Pan katanya ngga ada juga yang maksa gue buat memulai ini semua. Blah.
Hehehe.. Jadi yah, semboyan gue sekarang adalah: PANTANG PULANG TANPA BAWA GELAR. heuheu. *puyeng selangit, bosen segunung*
Posted by
Ndangse
at
Monday, June 27, 2011
0
comments
Monday, May 30, 2011
What to Feel?
tired
bored
in love
angry
sad
happy
disappointed
excited
jealous
thrilled
anxious
mad
hate
loathed
peaceful
hopeful
numb
joyful
depressed
enraged
scared
panic
satisfied
confident
lonely
pleased
jealous
jealous
jealous
jealous
jealous
jealous
jealous
Posted by
Ndangse
at
Monday, May 30, 2011
0
comments
Sunday, May 22, 2011
Melepas Genggaman
Lama banget ngga nulis di blog ini, artinya udah lama banget juga gue ngga memikirkan hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup. Oke, gue berpikir, tapi selalu tentang kuliah gue yang sebenernya lebih cocok buat rocket scientist itu, atau tentang patah hatinya gue dalam segala aspek hidup. Sampai detik ini, sampai di titik ini, gue terlalu lelah untuk mengeluh lagi, terlalu lelah untuk menangis lagi, terlalu lelah untuk melawan lagi. Pasrah ngga pernah ada dalam kamus gue. Gue bisa aja bilang gue pasrah, tapi selalu,dan selalu, gue akan kembali memikirkan, kembali menyusahkan hati gue. Jadi, gue yakin, inilah waktunya untuk melepas genggaman gue atas hal-hal yang gue anggap penting dalam hidup gue selain iman gue: ilmu, cinta, karir,
Gue ngga mau berakhir jadi orang penuh keputusasaan karena hal-hal yang gue begitu inginkan ngga pernah bisa jadi milik gue. Gue lepas genggaman gue, gue siap menerima gantinya. Jadi inget cerita di jaman Sekolah Minggu dulu. Gue ngga begitu inget detilnya, tapi kira-kira tentang seorang ayah yang minta anaknya memberikan kalung plastik yang sangat disukai anak itu. Anak itu marah sekali karena ayahnya meminta sesuatu yang berharga baginya, tanpa alasan yang jelas pula. Malam harinya, sebelum tidur, akhirnya anak itu meletakkan kalung plastik itu di meja kerja ayahnya, dengan catatan kecil: aku mengasihimu, ayah, lebih dari kalung ini. Paginya, sang anak menemukan kalung berlian di tempat ia biasa menaruh kalung plastiknya. Kira-kira seperti itulah, gue kurang ahli bercerita.
Intinya, untuk mendapat sesuatu yang lebih baik, gue harus bisa melepaskan yang sekarang gue genggam erat-erat. Harapan gue, perasaan gue, kekecewaan gue, kebahagiaan gue, entah gimana tapi gue tau gue harus bisa lepasin. Dan gue tau Tuhan akan berikan yang lebih baik, sesuatu yang ngga bisa gue mengerti dengan keterbatasan pikiran gue.
Jadi, sekali lagi, gue taruh segala yang berharga dalam hidup gue di bawah kaki Yesus. I let them go... I let you, God, take over everything... Ajari gue untuk meletakkan pengharapan gue bukan pada manusia, sesayang apapun gue sama orang itu, seberharga apapun orang itu buat gue. Ajari gue untuk tidak membalas ketika orang lain tidak melakukan yang baik sama gue. Ajari gue untuk selalu meneladani Yesus, menaruh iman dan harap hanya pada Bapa, mengasihi tanpa mengharap balas seperti Kristus.
Amin.
*semoga kewarasan gue kali ini bertahan agak lama :D*
Posted by
Ndangse
at
Sunday, May 22, 2011
0
comments
Thursday, April 21, 2011
aaaaaaarrrrrrrrrrrrrgggggggggggghhhhhhhhh
turns out that I'm not completely emotionless. so pissed off to find out that there would not be any show AT ALL anywhere on campus or in coventry, warwick, stratford, leamington, or even birmingham worth watching for MY BIRTHDAY. the only birthday I ever want to spend the night of by watching a cool theatre or a hillarious 3D movie. this is the worst thing about living in the middle of nowhere and having birthday between spring and summer, when all spring shows have ended and summer shows are not there yet. ah yeah. what about birthday anyways. just about getting older. will just go back to my room straight after the exam and sleep for 17 hours then wash my face and run for my lecture in the morning. cool. oh fool. not cool. wish I would be home and being hugged and kissed and prayed for on that day, even if it has always made me feel awkward every year.
ah well. enough ranting about birthdays. spend too much time browsing for those theatres and cinemas. back to lecture notes, my faithful lover.
Posted by
Ndangse
at
Thursday, April 21, 2011
0
comments
Tuesday, April 19, 2011
Emotionless
Ngga pernah terpikir kalo gue bakal sampe ke fase ini, fase tanpa emosi. Gue, dengan temperamen melankolik yang dominan, dengan sifat gue yang makin lama makin ekspresif, yang menurut orang-orang berbahan dasar terlalu perasa dan terlalu negatif, tiba-tiba sampai kepada fase dimana gue tidak merasakan emosi apapun.
Mungkin karena gue ngga mengharapkan apapun lagi dari siapapun, dari manapun, dari apapun. Gue mematikan semua harapan gue atas prilaku orang lain, atas hasil kerja gue, atas sikap orang lain sama gue... Gue hanya bekerja dan bekerja dan bekerja...
Tidak lagi marah, tidak lagi kecewa, tidak lagi sedih, tidak lagi patah hati, tidak lagi kesepian, tidak lagi girang, tidak lagi berbunga-bunga, tidak lagi mengharapkan apapun dari siapapun dalam hal apapun. Hanya ingin bekerja dan bekerja dan segera kembali ke tempat di mana gue disayang dan diinginkan.
Posted by
Ndangse
at
Tuesday, April 19, 2011
0
comments
Wednesday, April 13, 2011
Who is Family?
Family is a bunch of people
who will catch you when you fall,
hug you when you're cold,
thrilled with your every success,
pray with you, pray for you in faith,
believe in you even if you fail,
welcome you when you're at your worst,
give their shoulders when you need one,
be grateful when you're joyful,
never hesitate to warn you when you're going astray,
Family is a bunch of people
who will also let you do the same to them
Posted by
Ndangse
at
Wednesday, April 13, 2011
0
comments
Sunday, April 03, 2011
My Chains are Gone
My chains are gone, I've been set free
My God, my Saviour has ransomed me
And like a flood His mercy reigns
Unending love, amazing grace
--amazing grace (my chains are gone), chris tomlin--
Rasanya bener-bener seperti baru lepas dari belenggu, setelah semua tugas gue kelar. Entah ya, rasanya bebas merdeka. Walopun gue ngga yakin apa gue bisa dapet nilai cukup untuk lulus. Gue berhenti mengkhawatirkan itu dan terfokus pada fakta bahwa saat ini, detik ini, gue bebas merdeka. Fakta bahwa detik ini, gue bebas untuk tidur cukup, makan enak, tanpa rasa takut yang selama ini merajai hati, pikiran, dan sekujur tubuh gue. Pengalaman pertama dalam hidup gue, mendapati bahwa rasa takut bisa begitu menguasai hidup manusia. Yang artinya, selama ini rasa takut gue akan Tuhan gue belum segitu-gitunya sampe merajai seluruh aspek hidup gue.
Terima kasih, Tuhan, untuk pelajaran hidup ini. Gue tau gue mungkin akan tertatih-tatih melewati semua ini, tapi gue mau tetap percaya, kalo Engkau kasi ini semua artinya ini baik untuk gue, baik untuk hidup gue, baik untuk kekekalan. Badai ujian sebentar lagi datang, tapi gue ngga mau takut lagi. My chains are gone, kan ya...
Posted by
Ndangse
at
Sunday, April 03, 2011
0
comments
Thursday, March 31, 2011
How do I Love Thee?
How do I love thee? Let me count the ways...
That's what Elizabeth Barrett Browning wrote at the beginning of 19th century.
Me? Huh. Won't even bothered to ask how do I love thee. I now for sure how I love thee.
I just don't know why I love thee and keep on loving thee.
Tsk. Should write a real poem on that someday.
Whywhywhywhywhywhywhywhywhywhywhy.
*sigh*
*back to work*
Posted by
Ndangse
at
Thursday, March 31, 2011
0
comments
Wednesday, March 30, 2011
Sepuluh Jam Lagi
Sepuluh jam sebelum deadline, akhirnya gue mendapat pencerahan. Ooooo ternyata cara ngerjainnya begonoooo. Hohohoho. Ngarti gue sekarang... Ngga susah-susah amat ternyata yee. Eke aja yang kelewatan dungu. Hahaha. Dan dalam keadaan kaya gini, gue punya dua pilihan: mengeluhkan betapa dungunya gue, sampe hal begitu sederhana aja perlu dua hari buat gue bisa ngerti, atau bersyukur dan bersukacita karena akhirnya gue bisa ngerti dan karena Bapa yang baik emang bener-bener nolong... Telah dijanjikan dan telah digenapi. Hehehe. Brain damage gue aga sembuh dikit kayanya malam ini. Mari bekerja lagi. Ganbaru! Tuhan pasti tolong!
Posted by
Ndangse
at
Wednesday, March 30, 2011
0
comments
Tuesday, March 29, 2011
Tujuh Jam Saja
Setelah tujuh jam diwarnai semangat, takut, frustasi, telpon sana sini, browsing sana sini, baca sana sini, ulang baca lagi, tarik napas panjang, berusaha makan, bikin teh susu, baca lagi, telpon lagi, pelajari coding-nya, akhirnya gue ngarti juga ini sebenernya tugas gue apaan. Hah. Baru ngarti apa maksud tugasnya gitu. Gimana cari ngerjainnya mah perkara laen, meneketehe deee. 35 jam menjelang deadline. Taelah, menghitung mundur, bossssss...
Posted by
Ndangse
at
Tuesday, March 29, 2011
0
comments
Monday, March 28, 2011
A Series of Unfortunate Events
A series of unfortunate events indeed. Doh.
Pertama, class test gue yang bikin gue kalang kabut. Diajak belajar bareng, udah ada contoh soal, udah dikasih tau ama temen-temen gimana cara ngerjain itu contoh soal. Gue udah ngerti. Gue udah berusaha inget. Tetep aja pas harinya gue lupa. Doh. Paling banter setengahnya gue bisa kerjain. Bisa, belum tentu bener. Kurang tidur seminggu penuh. Unfortunate event #1.
Kedua, class test lagi. Gue belajar kaya kesetanan. Mati-matian berusaha ngerti. Salah gue sih, ngga nyicil dari tiap hari kuliah, malah asik ngejer ketinggalan gue di programming, akhirnya jadi kedodoran di mana-mana. Tapi gue mati-matian juga berusaha inget, kali ini bener-bener inget, cara ngerjain semua contoh soal. Sialnya, yang keluar adalah soal dari ujian taon lalu yang gue ngga sempet baca. Dan definisi. Entah kenapa, kali ini gue melewatkan definisi. Yo olooooooo ditanya definisi aja ga bisa jawab. Berasa bego sebego-begonya. Bego kumplit. Bego tingkat mahir. Kali ini bahkan gue ngga bisa ngerjain setengahnya. Kurang tidur seminggu penuh, bahkan sampe urat saraf ikutan tegang. Unfortunate event #2.
Ketiga, tugas bikin program gue. Amat sangat beruntung dibantu sebantu-bantunya ama sobat gue yang baik hati. Gue duduk bareng dia berhari-hari dan dia amat sangat bermurah hati, pria berhati malaikatlah. Bisa-bisa kalo gue dilamar detik ini sama dia langsung gue iyain aja dah. Doh. Brain damage beneran. Sialnya, hari terakhir seblon submit, report yang gue tulis dengan susah payah tiba-tiba ilang. Nangis bombay dah gue. Cape, ngantuk, kesel, sampe ga bisa makan dan harus ngerjain lagi. Kurang tidur seminggu penuh. Ga bisa makan beberapa hari. Dan gue pun tumbang. Setumbang-tumbangnya. Badan gue ga sanggup menanggung beban hidup. Gue udah mikir gue bakalan pingsan di lab pas gue ngerjain ulang itu report. Pulang dengan keadaan oleng, sendiri pula. Kesian amat dah nih anak ilang. Unfortunate event #3.
Keempat, tiga hari gue yang berharga terbuang percuma. Yang pertama, karena gue musti ngerjain ulang report gue. Yang dua hari selanjutnya karena gue tumbang, oleng, dan bahkan berdiri dengan tegak dan berjalan di satu garis pun gue ngga bisa. Udah mau pulang aja gue tadinya, gue pikir gue udah bakal lewat. Yo olooooo bakalan lewat gara2 kebanyakan kerja. Ga kebayang dah. Nasib jadi orang dungu... Unfortunate event #4.
Kelima, hari ini, gue submit sepuluh menit seblon deadline. Dan gue baru sadar beberapa menit sebelum submit kalo sepertinya gue milih model yang salah. Panik. Bingung. Ganti model ato biarin aja? Hadoh, kurang dari 20 menit seblon deadline. Gue masih punya tugas lainnya, yang bobotnya lebih besar, yang gue belum mulai sama sekali, yang gue bahkan ga tau mau mulai dari mana. Gue ngga gitu peduli kalo nilai gue dikurangin asal gue bisa ngerjain dengan bener. Masalahnya, gue ngga punya waktu... Gue musti ngerjain yang lain. Akhirnya gue submit apa adanya. Trus iseng gue coba-coba ngerjain pake model yang gue pikir sepertinya bener. Astagaaaaaa. Pengen jejeritan (dan udah beneran jejeritan). Sebenernya bisa gue ganti dalam lima menit. Arrrrrggggghhhhhh. Setelah kerja non stop dalam 18 jam, ga tidur, ngantuk dan cape banget, cuma buat nyadar kalo gue bikin kesalahan fatal. Dasar dodol. Dodoli dodolipret. Unfortunate event #5.
Dan sekarang gue tarik nafas panjang. Life goes on. Leave them behind. Apapun yang terjadi, Tuhan gue yang baik tetep bersama gue. Faktor kesalahan gue banyak banget dalam semua unfortunate events itu, gue tau. Mustinya gue kerja lebih keras sejak awal term. Mustinya gue ngga kebanyakan maen internet dan fesbukan. Mustinya gue lebih fokus ama tujuan gue ada di sini. Noted lah. Mengucap syukurlah dalam segala hal. Makasih, Tuhan, buat keselamatan yang Engkau udah kasih. Beri gue kekuatan untuk ngerjain satu tugas terakhir ini. Mengerjakannya dengan benar, seperti yang Engkau mau. No matter what, I'm gonna love you still. Amen.
Posted by
Ndangse
at
Monday, March 28, 2011
0
comments
Saturday, March 19, 2011
When You Feel So Tired but You Can't Sleep
Setelah seminggu terakhir belajar kaya kesetanan, tidur 5 jam sehari dan selain makan, masak, cuci piring, dan mandi, ngga ada aktivitas lain selain melototin continuous time finance for interest rate models. Kerja lebih dari 15 jam sehari dan tidur cuma 5 jam mungkin ngga kedengeran berat buat orang laen. Tapi buat gue, rasanya seperti neraka (well, gue ngga tau sih neraka rasanya kaya apa dan jangan sampe tau lah, tapi yang jelas rasanya setengah mampus banget). Setelah akhirnya class test yang ditunggu-tunggu lewat, badan gue pun rasanya hampir lewat. Rontok serontok-rontoknya. Padahal masih ada 3 tugas yang harus di-submit dalam 2 minggu. Padahal dengan kecepatan kura-kura dan kemampuan otak dungu gue ini, biasanya gw baru bisa kelarin satu tugas dalam satu minggu. Artinya, gue musti udah siap siaga lagi kerja kaya kesetanan.
Gue berencana untuk tidur dengan layak malam ini. Tekad gue sudah bulat, malam ini musti tidur layaknya bangsawan. Haduh, emang kalo bangsawan tidurnya gimana yah, hihi. Pokonya malam ini tidur nikmat senikmat-nikmatnya.
Gue pulang dari skolaan nyaris tengah malam. Kepala udah sakit sesakit-sakitnya karena maksain mikirin itu C++ tercinta dalam keadaan kurang tidur. Tekad bulat gue tambah bulat aja, tidur yang sedap malam ini. Ganti baju, cuci muka, ogah sikat gigi, langsung pake kaos kaki tidur gue yang tebal dan hangat itu, dan ngumpet di bawah duvet. Setengah jam lewat, gue masih melotot. Wajarlah, gue pikir, my body is shutting down. Agak lama kali shutting down-nya, kan udah nge-hang selama seminggu toh. Satu jam, otak gue masih on terus. Facebook-an pake hp biasanya nolong jadi ngantuk. Nguap beberapa kali dan gue langsung tutup mata rapat-rapat. Satu setengah jam, gue masih ngga berdaya, terkapar dengan mata membelalak lebar. Dua jam, gue menyerah.
Dan gue pun bangkit dari kehangatan duvet gue. Gue buka komputer lagi, nyalain software buat ngerjain tugas, dan gue pun kerja lagi. Otak gue, sungguh, ngga sanggup mikir. Gue mau tidur, gue butuh tidur...
Gue pun mengerti, bahkan bisa tidur nyenyak di malam hari adalah suatu anugrah. Kalau suatu hari kelak gue merasa hidup gue begitu morat-marit dan rasanya ngga ada lagi kasih karunia dalam setiap langkah gue, setidaknya kalau gue masih bisa tidur nyenyak pada saat gue harus tidur, itu artinya masih ada anugrah dalam hidup gue.
Posted by
Ndangse
at
Saturday, March 19, 2011
0
comments
Friday, March 18, 2011
18 Maret 2011
Jumat di minggu ke 10 term ke-2, minggu terakhir dan hari terakhir di term ini, ditutup dengan class test untuk mata kuliah kesayangan gue, sekaligus mata kuliah di mana gue jadi juaranya... dari belakang. Sekarang jam 9.15 pagi, class test-nya jam 1 siang dan gue udah menggigil ketakutan. Sejak nilai term lalu diumumkan, gue selalu menggigil denger kata exam, atau class test, atau project, atau assignment. Pokonya segala sesuatu yang berhubungan langsung dengan nilai. Untuk class test ini aja, gue udah abisin seminggu terakhir berkutat dengan lecture notes, textbook, contoh soal. Detik-detik terakhir gue pake buat ngapalin jawaban contoh soal.
Ya, ngapalin jawaban contoh soal. Menyedihkan, emang. Seakan-akan otak gue udah terlalu karatan untuk diajak berpikir pas ujian atau tes atau apapun namanya itu. Ini strategi terakhir gue. Term lalu gue belajar kaya kesetanan menjelang final exam dan terlalu gugup pas ujian sampe-sampe gue ngga bisa mikir dan karena gue ga biasa ngapalin, jadilah itu answer book kosong melompong. Okelah. Kali ini gue apal mati setelah gue berusaha ngerti.
Kadang-kadang gue masih ngga percaya kalo gue musti berjuang segininya cuma buat lulus. Ngga terpikir sama sekali buat sampe distinction karena gue bener-bener ngeri gue ngga bakal pernah lulus dan pulang bawa gelar. Apalagi setelah nilai term lalu diumumin, doh.
Dan ternyata, perjuangan terbesar gue bukanlah berusaha untuk lulus itu tadi tapi berusaha menenangkan diri gue dari ketakutan itu dan berusaha meyakinkan diri gue kalo gue berusaha cukup keras, amat keras, amat sangat keras, gue pasti bisa. Sulit, ternyata, buat mencoba, terus gagal, terus nyoba lagi, gagal lagi, tapi terus nyoba lagi walopun gagal dan gagal lagi buat ngerti. Sulit, ternyata, buat berusaha ngerti dan ngga ngerti-ngerti juga lalu setelah berjuang mematikan pride yang berlebihan akhirnya memberanikan diri nanya temen dan terus temen itu natap gue dengan pandangan yang seakan-akan bilang: duile, geblek bener sih lo, kaya beginian aja kaga ngarti, nah trus gue musti terangin dari maneeee? Sulit, ternyata, setelah dibuat merasa kecil seperti itu untuk tetap semangat berusaha lagi, dan bertanya lagi ketika gue membentur tembok lagi (dan bentur temboknya asli sering banget). Sulit, ternyata, untuk tidak merasa tertekan ketika udah ngabisin berjam-jam duduk dan berusaha mengerti dan mengingat tapi tetap ngga sampe ke mana-mana.
Sulit, ternyata, menerima bahwa gue ngga sepinter yang gue kira, atau gue harapkan, atau yang orang-orang kira, atau yang orang-orang harapkan.
Ah, doain gue buat class test gue tar siang ya. Cuma 10% dari nilai akhir padahal, tapi gue ngga mau ambil resiko sampe ngga lulus (lagi). Sekarang gue mau balik ngapalin *doh*.
Posted by
Ndangse
at
Friday, March 18, 2011
0
comments
Tangan Tuhan
Sekali waktu, aku meraung dan menjerit. Aku putus asa dan ingin menyerah. Aku mengharapkan pertolongan dari sahabat terbaikku dan dia memalingkan wajahnya dan menjauh. Aku memandang sekitar dan begitu yakin tak ada yang peduli. Lalu aku menatap ke atas, ke dalam hatiku, ke tempat Allahku bersemayam. Dan aku kembali menjerit, meraung, menangis. Tiba-tiba sebuah tangan terulur. Tangan seorang teman yang tak pernah aku lihat. Tangan seorang yang lebih nampak seperti orang asing, seseorang yang nyaris tak pernah kuajak bicara. Tangan itu menuntunku, memberiku harapan, memberiku semangat, dan menolongku dengan nyata, bukan sekadar kata-kata.
Aku belajar, tangan Tuhan tidak pernah terlalu pendek untuk menolongku. Aku belajar, banyak orang yang dapat dipakai-Nya agar aku tak sampai tergeletak ketika jatuh. Aku belajar, untuk bermurah hati pada orang yang sedang terjatuh. Aku belajar, menyambut tangan persahabatan itu dengan kasih yang tulus. Aku belajar, mengulurkan tangan persahabatan pada orang asing, mungkin suatu kali aku bertemu orang yang sedang meraung dan menjerit dan ingin menyerah.
Terima kasih, Tuhan. Berkati kebaikan hati dari tangan-tangan yang menolongku, menghiburku, menangis bersamaku. Ajari aku mengampuni orang-orang yang kuharapkan menolongku tapi tak melakukannya. Mungkin mereka juga sedang membutuhkan tangan untuk menolong mereka berdiri, berlari, di sudut lain hidup yang aku tak mengerti.
Make me, Lord, a blessing to someone everyday.
Posted by
Ndangse
at
Friday, March 18, 2011
0
comments
Monday, March 14, 2011
My Simple Prayer
Bapa yang baik,
Aku mau belajar. Tolong berkati kerja kerasku. Berikan hikmat agar aku bisa mengerti dengan benar. Berikan ingatan yang tajam, ketenangan ketika aku merasa semuanya begitu sulit, kekuatan ketika aku harus menghabiskan waktu berjam-jam duduk di sini, ketabahan ketika aku harus bekerja lebih keras dari teman-temanku, kerendahan hati untuk meminta bantuan ketika aku tak bisa mengerjakannya sendiri, kemurahan hati untuk membantu teman-temanku yang dalam kesulitan. Mampukan aku untuk bersyukur atas hasilnya kelak. Aku tau, aku percaya, Engkau punya otoritas mutlak atas hidupku. Bagi-Mu segala hormat, kemuliaan, dan kuasa dari selamanya sampai selamanya. Amin.
Posted by
Ndangse
at
Monday, March 14, 2011
0
comments
Sunday, March 13, 2011
?
Posted by
Ndangse
at
Sunday, March 13, 2011
0
comments
Wednesday, March 02, 2011
"Dreams are always crushing when they don't come true. But it's the simple dreams that are often the most painful because they seem so personal, so reasonable, so attainable. You're always close enough to touch, but never quite close enough to hold and it's enough to break your heart."
--Nicholas Sparks (Three Weeks with My Brother)--
Posted by
Ndangse
at
Wednesday, March 02, 2011
0
comments
Tuesday, March 01, 2011
The Treasure and The Sinking Boat
Life is about chasing your own treasure.
Oh good, I wish I was your treasure.
Hadeuhhhhh. Otak berhenti bekerja nih. MAYDAY MAYDAY MAYDAY, this is NDANGSE NDANGSE NDANGSE. MAYDAY, NDANGSE. Position 52.37 Lat, -1.54 Long. My study is on fire and sinking. I require immediate assistance. One people on board, is taking a lifeboat. MAYDAY NDANGSE, OVER.
All wishes should be put behind from now on. At least, for a while. Extremely disturbing, really.
Hadeuh, hadeuhhh... Gimana ini gimana ini gimana ini...
Posted by
Ndangse
at
Tuesday, March 01, 2011
0
comments